Tiga Doa Nabi Ibrahim Jadi Inspirasi dalam Muhadharah MTsN 4 Kota Padang
Padang, humas --- MTsN 4 Kota Padang menggelar kegiatan Muhadharah pada Jumat, 31 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di halaman serba guna madrasah dengan lancar dan penuh perhatian. Pelaksana kali ini diamanahkan kepada siswa kelas VIII.10 di bawah bimbingan wali kelas, Wike Perdana Sari.
Seperti biasa, rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, pidato tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), Tahfidzul Qur’an, praktik shalat jenazah, serta penampilan nyanyian islami. Seluruh kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang menambah kekhidmatan suasana di pagi yang cerah tersebut.
Taushiyah kali ini disampaikan oleh Muslim, guru Bahasa Arab yang akrab disapa Pak Muslim. Mengawali taushiyahnya, beliau mengajak seluruh siswa membaca doa sapu jagad, yaitu doa impian seluruh umat Islam agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Setelah melangitkan doa, Pak Muslim melanjutkan taushiyahnya yang berjudul “Tiga Doa yang Diajarkan Nabi Ibrahim”, yang bersumber dari Surah Asy-Syu‘ara ayat 83. Beliau menjelaskan bahwa dalam ayat tersebut terdapat pesan-pesan penting yang bisa menjadi pedoman hidup bagi siswa dalam menapaki perjalanan ilmu dan kehidupan.
Doa pertama yang disampaikan Nabi Ibrahim adalah: “Ya Allah, berilah kepadaku ilmu dan kebijaksanaan.” Menurut Pak Muslim, doa ini mengajarkan kita untuk senantiasa rajin menuntut ilmu, baik ilmu yang menguatkan pikiran maupun yang menumbuhkan cahaya iman. “Contohnya, Ka’bah bukan hanya bangunan suci bagi umat Islam, tetapi juga memiliki nilai matematika dalam bentuk kubusnya. Ilmu yang mendatangkan cahaya Allah adalah ilmu yang digunakan untuk mencari ridha-Nya,” jelas beliau.
Doa kedua adalah: “Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” Beliau menegaskan, doa ini mengingatkan kita agar selektif dalam memilih teman. “Bukan berarti kita pilih-pilih teman, tetapi mencari teman yang baik dan saleh berarti menentukan siapa diri kita, karena kita adalah siapa teman kita,” ujar Pak Muslim dengan penuh makna.
Selanjutnya, doa ketiga adalah: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang kelak menjadi buah tutur yang baik bagi generasi setelahku.” Menurut beliau, doa ini mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang memiliki jasa, prestasi, dan pengorbanan yang tulus. “Orang yang berbuat baik dan ikhlas akan selalu dikenang dengan kebaikan oleh generasi sesudahnya, sebagaimana Nabi Ibrahim dikenang karena keteguhan dan keikhlasannya,” jelasnya.
Muhadharah rutin ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi seluruh warga madrasah. Selain memperkuat kemampuan siswa dalam bidang keagamaan dan keterampilan berbicara di depan umum, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter religius, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta semangat meneladani akhlak para nabi.
Humas MTsN 4 Kota Padang








