Pesan Inspiratif Buya Jamaril Warnai Upacara Bendera di MTsN 4 Kota Padang
Padang, Humas — Senin, 11 Mei 2026, MTsN 4 Kota Padang melaksanakan upacara bendera di halaman serba guna madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dengan penuh semangat dan disiplin.
Pada pelaksanaan kali ini, peserta didik kelas VIII.12 yang berada di bawah binaan wali kelas Syamsibar dipercaya menjadi petugas upacara. Berkat latihan intensif selama dua hari sebelumnya, seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan penuh percaya diri.
Bertindak sebagai pembina upacara, H. Jamaril menyampaikan apresiasi kepada petugas maupun peserta upacara atas kedisiplinan yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Menurut beliau, suasana upacara yang tenang dan tertib mencerminkan tumbuhnya sikap disiplin dan rasa hormat di kalangan peserta didik MTsN 4 Kota Padang.
Dalam amanatnya, Buya Jamaril mengulas kandungan Surat At-Tin yang menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh kedekatan, beliau menyampaikan bahwa seluruh peserta didik merupakan ciptaan terbaik Allah SWT.
“Ananda semua cantik-cantik dan tampan. Itu bukti bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” ujar beliau yang disambut senyum para peserta upacara.
Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa manusia dapat jatuh pada derajat yang rendah apabila tidak menjaga keimanan dan amal saleh. Oleh karena itu, peserta didik diajak untuk senantiasa memperkuat iman sekaligus mengisi kehidupan dengan berbagai aktivitas positif.
Lebih lanjut, Buya Jamaril menegaskan bahwa amal saleh tidak hanya terbatas pada ibadah mahdhah seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup kesungguhan dalam belajar dan menuntut ilmu. Menurutnya, menuntut ilmu merupakan bagian dari amal saleh yang memiliki nilai pahala besar dan manfaat jangka panjang bagi kehidupan.
Di akhir amanatnya, beliau menyampaikan pesan inspiratif yang mengundang perhatian seluruh peserta upacara. Ada tiga hal yang, menurut beliau, harus dihindari dalam kehidupan, yakni “otak kosong, omong kosong, dan dompet kosong.”
Pesan sederhana namun sarat makna tersebut menjadi motivasi bagi para peserta didik untuk terus belajar, memperkuat iman, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan gemilang.








