Dari Mindset ke Praktik: Guru Antusias Ikuti Pelatihan KBC dan HOTS
Padang, Humas — Memasuki hari kedua pelaksanaan workshop, Rabu (29/5/2026), suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya materi yang dinanti-nantikan oleh para peserta. Fokus utama pada hari ini adalah penguatan konsep Knowledge Building Community (KBC) melalui pembelajaran mendalam yang disampaikan oleh narasumber dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat, Madesa Eka Saputri.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan beberapa submateri penting, di antaranya overview pembelajaran mendalam, asesmen HOTS dalam pembelajaran mendalam beserta perancangannya, serta praktik langsung penyusunan asesmen HOTS.
Dalam penyampaian materinya, narasumber terlebih dahulu mengajak peserta mengasah kemampuan berpikir kritis melalui ilustrasi tentang perbedaan growth mindset dan fixed mindset. Pendekatan ini menjadi landasan awal sebelum peserta memasuki materi inti yang lebih aplikatif.
Sepanjang kegiatan, peserta workshop menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai argumen, pertanyaan, serta refleksi diri yang memperkaya jalannya pembelajaran. Hal ini menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam memahami konsep yang disampaikan.
Penyampaian materi yang komunikatif, ringan, dan aplikatif dari narasumber turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan juga semakin hidup dengan adanya ice breaking numerik yang mampu mencairkan suasana dan membangun keakraban di antara peserta.
Salah seorang peserta workshop mengungkapkan bahwa materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. “Melalui workshop ini, kami mendapatkan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas agar lebih menarik dan bermakna,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru mampu meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang inovatif, berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna dan penuh empati.




