Kemenag Sumbar MTsN 4 Kota Padang Gelar Peringatan Hari Guru Nasional

Kemenag Sumbar MTsN 4 Kota Padang Gelar Peringatan Hari Guru Nasional
Kemenag Sumbar MTsN 4 Kota Padang Gelar Peringatan Hari Guru Nasional

Padang, (Inmas )--Dalam rangka menyambut hari Guru Nasional Tahun 2017 yang ke – 72 yang jatuh pada sabtu besok (27/11), maka  MTsN 4 Kota Padang melaksanakan peringatan  Hari Guru Nasional, berupa pergelaran unjuk kebolehan berpidato antara lain pidato Bahasa Inggris, Minang, Bahasa Indonesia dan masih banyak lagi unjuk kebolehan yang lain , dimana semua pelakunya adalah Guru , dan  acara tersebut dimeriahkan dengan pelepasan balon oleh Kamad Firdaus Didampingi Kepalu TU Tan Gusli serta disuguhi juga dengan pemotongan kue yang bertempat di halaman Madrasah tersebut. Jumat , (24/ 11).

Mengawali  sambutannya, Kamad Firdaus menyampaikan  ucapan selamat kepada seluruh dewan guru yang saat ini sedang memperingati hari guru nasional Tahun 2017 sembari menyampaikan beberapa harapan.

"Atas nama pribadi dan Kepala MTsN 4 Kota Padang saya mengucapakan  selamat kepada seluruh dewan guru yang sekarang sedang memperingati hari guru nasional Tahun 2017, mudah-mudahan seluruh dewan guru bisa bertahan dengan profesi yang dimiliki, dengan artian memiliki rasa cinta terhadap profesi yang digeluti selama ini”, harapnya

Ditambahkan, selain itu juga diharap agar guru tidak dijadikan sebagai pekerjaan yang terpaksa.  mungkin karena tidak bisa mengerjakan pekerjaan lain. Jika tugas guru dijadikan sebagai pekerjaan yang terpaksa, maka belajar pasti juga terpaksa dan akhirnya anak pun akan menerima pelajaran terpaksa. Jadilah guru yang baik, salah satu ciri-ciri menjadi guru yang baik  adalah menyampaikan materi dengan setulus hati. Jika itu yang dilakukan , maka siswa yang menerima pelajaran pun dengan setulus hati. Jika materi pelajaran diterima dengan hati, maka akan tersimpan pula dengan rapi dalam hati.

Firdaus  juga mengajak kepada seluruh siswa agar memberikan ucapan selamat kepada guru sembari menitipkan harapan kepada seluruh siswa agar menghormati guru, bukan takut dengan guru.

“Guru bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihormati", sambungnya.

Jika guru hanya ditakuti, maka bisa saja saat berhadapan dengan guru kita tunduk, akan tetapi dibelakangnya atau jauh dari guru kita main-main dan lain sebagainya. Jika guru dihormati maka kapanpun dan dimanapun kita berada petuah dan nasihat serta ilmu pengetahuan yang dibimbingnya senantiasa kita perhatikan dan kita taati.

Selain itu juga ia berharap kepada seluruh siswa agar menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan sehingga ada rasa rindu yang kuat untuk belajar. Tidak hadir atau terlambat saja dalam proses pembelajaran sudah merasa rugi,dan jadilah peserta didik yang berbakti pada Guru, dibanggakan Orang Tua, Bangsa da Negara, Ucapnya Menyudahi.(HarisTj/TanGusli)|Mira